Seseorang pernah bertanya padaku :
"Mengapa engkau terlihat begitu pelit membagikan airmatamu? Tidak sedihkah kau dengan keadaan ini?"
Aku tak pernah berusaha menjelaskannya, lebih sering aku menyautinya dengan :
"Airmata tak akan mengembalikan keadaan seperti apa yang kita inginkan"
Jawaban itu selalu aku sertai dengan senyum wajah yang seakan-akan tenang-tenang saja.
But inside, mereka tak mengerti.
Gejolak amarah memaksaku untuk mengekspresikan tangisan.
Untuk melegakan.
Untuk melepas jutaan luka.
Tetapi ragaku?
Seperti menolaknya dengan keras.
Belakangan aku menyadari.
Mungkin ini karena sebuah janji....Untuk tidak lagi menangis di hadapan mereka,
karena seorang bijak yang kini telah kembali bersama-NYA pernah memberitahukanku, bahwa :
"Jangan menangis dihadapan mereka, karena kamulah seseorang yang harus menguatkan mereka. Jika kamu menangis dan mereka pun menangis, maka siapa yang akan menguatkan mereka? Kamu yang terkuat, selamanya."
Kalimat beliau yang mengokohkan ragaku.
Dan pada beliau pula........Aku berjanji~
- Ketikan (seorang) Pemimpi -
No comments:
Post a Comment