Sebuah kisah, tentang hidup yang memiliki dua sisi, dua dukungan yang berbeda, dua pendapat yang berbeda, serta dua kepercayaan yang berbeda...
Kidal : Nda datangka ta'siyah, adaka di jogja, opname ka juga :(
Manusia 1 : Sakitko? sakit apa ko weh?
Kidal : penyakit saraf di kepala, vert***
Manusia 1 : Deh kodong :( pulang meko dek, terlalu parah mi itu kalo sendiri ko disana
Kidal : Banyak ji yang sependapat dengan kau, tapi orangtua? tidak
Manusia 1 : Teganya itu ortumu kalo nda mau na kasih pulangko
Kidal : Begitu memang anak sulung, harus mandiri :) hehehe
Manusa 1 : Nda mesti ji disana mandirinya toh? disini juga bisaji
Kidal : kayak nda ko tau saja pace mace ku
Manusia 1 : Andaikan banyak uangku sya yang kesana jagako dek
Kidal : Hahahaha :D
Ada pula yang memberitahuku seperti ini...
Manusia 2 : Pulang meko adekkuuuuuu
Kidal : bayarkanka tiket pesawat nah? hehehe
Manusia 2 : Seriuska ine, di bantu meko 'itu' uruskan disini, jgn mko disana
Kidal : tapi nda enakka sama 'itu' e, dia kodong di marahi, dia di tuduh, dia kena sasaran :( padahal ndada salahnya, kemauanku ji semuanya :'(
Manusia 2 : Ada pko disini baru ko jelaskanki semuanya, jgn mko pikir itu dulu yg penting skrg pulang mko dulu adek
Kidal : Seakan2 tersangka ka we
Manusia 2 : Jangan mko bilang begitu!! tidak ji itu!! sementara ji, salah paham ji itu orangtua semua!!
Kidal : :(
Manusia 2 : Sudahmi, jangan mko pikirki. Kita disini kasian semua sama kau, keras sakit mu nah di kasih begitu ko sama ortumu
Kidal : Tidakji, itu ortuku begitu krn anak sulung ka, di ajarika supaya bisaka mandiri, krn suatu saat nanti pasti adekku akan jadi tanggunganku, bukan lagi mereka
Manusia 2 : Tapi caranya salah. Terlalu di paksako. Andaikan sakit biasanya jko nda papaji, kah ku tau mandiri jko, kuat jko juga, berani jko. Tapi apa sakitmu skrg? saraf weh!! Cewekko!! Nda wajar itu kalo sendiriko
Kidal : Toh juga kalo pulangka nda aman kondisi krn sama ka maceku baru ko tau mi saya sama mace bemana
Manusia 2 : Memangnya cuma macemu? Ada ja, adaji sepupu2mu disini banyak yang lebihlebihlebih sayang sama kau, lebih peduli sama kau lebih care!!
Kidal : Kenapa kalian bisa begitu ke saya tpi orang2 yang saya harap justru nda? :'(
Manusia 2 : Disitu mi ko liat siapa yang selalu ada saat kau susah {}
Tetapi, seseorang memiliki argumentasi berbeda. Tak sesuai dengan manusia-manusia lainnya...
Dirinya : "....Lagipula, peluang untuk sukses disana itu lebih besar ketimbang disini. Banyak hal yang bisa kamu capai disana, sementara disini? Peluangnya kecil. Kamu lebih bisa membuka diri dan wawasan yang lebih luas disana, disini kamu tak akan mendapatkan apa-apa untuk masa depanmu..."
Sudut pandang yang terakhir tadi menggambarkan ambisi seseorang untuk membuatku lebih sukses. Lebih melihat pada peluang dimana untuk sukses dan berkembang untuk masa depan. Sementara sudut pandang manusia-manusia lain lebih pada kesehatanku. Lebih pada kondisi diriku. Sempat membuatku bimbang, entah mana yang salah dan mana yang benar. Jika menurut hasil perenunganku selama beberapa hari ini keduanya benar, tak ada yang salah. Mereka terdiri dari dua kubu yang memiliki sudut pandang yang berbeda-beda. Mungkin ini saatnya aku yang membuat keputusan sendiri, mencakup dari kedua sudut yang berbeda itu, mengambil jalan tengahnya, dan menemukan jalan yang sesuai.
Yogyakarta, 24 Januari 2013 ,
Kidal
iya memang 2 pendapat. tapi satu tjuan. izin brkomentar ka. percuma mereka pikirkan kesuksesan mu kedepannya kalo mreka tdk pikir kesehatan mu. kalo kau bisa sukses percuma kalo kau skt, tdk kau nikmati ji kesuksesan mu!!!
ReplyDeletenda bsa mka apaapa juga tinggal mengukiti kemauan yg hidupi ka :')
ReplyDeletenda bsa mka apaapa juga tinggal mengukiti kemauan yg hidupi ka :')
ReplyDelete