January 18, 2013

Pemberian Indah, di Balik Kehancuran

Aku merasakannya. Kini aku merasakannya. Merasakan semua yang selama ini telah terpendam. Berawal dari diri yang terlalu tertutup menyebabkan kelumpuhan organ tubuh bagian dalam. Kini aku berasakan sakit yang luar biasa. Tuhan memang adil. Ia memberikanku sakit luar biasa ini untuk aku mengerti bahwa tak semua hal mampu ku pendam seorang diri. Melalu ini, Tuhan pula menunjukkanku seberapa banyak tangan yang ingin membantuku bangkit, seberapa banyak mata dan telinga yang selalu memperhatikanku diam-diam, seberapa banyak jiwa yang mendoakanku, dan seberapa banyak hati yang merindukanku. Tuhan memang adil.
Terkadang sebelum aku merasakan nikmatnya sakit ini, syaitan seakan membisikkanku tentang kesengsaraan akan sakit. Seakan membuatku jatuh dan tak mampu untuk berdiri lagi. Tetapi, ketika banyak manusia ikhlas yang dipertemukan Tuhan denganku, maka aura negatif itu akan hilang. Sirna seakan tak pernah ada. Walaupun tak permanen. Setidaknya Tuhan pernah menunjukkanku mereka yang masih menganggap diriku ada.


Yogyakarta, 18 Januari 2012
Kidal

1 comment:

  1. maaf sbelumnya, kalau boleh tahu kamu sakit apa ya?

    ReplyDelete